Sekarang adalah hari Jumat. Planing pada hari ini adalah
pergi ke Ungaran. Sebuah kota
yang berdiri tidak jauh dari pusat Kota Semarang. Merupakan tempat yang indah
untuk berlibur, jauh dari keramain, hening, dan tenang. Tempat yang cocok untuk
bersembunyi dari keramain. Tempat yang cocok juga untuk refreshing. Saya pergi
ke Kota Semarang dengan memiliki sebuah target. Targetnya si simple, tidak
masuk akal, dan yang pastinya tidak akan pernah terlintas di pikiran seseorang
manapun, kecuali orang tua saya yang tau apa motivasi saya pergi ke Kota
Ungaran. Hahahaha.
Sebelum kalian mau tau apa target saya di Kota Ungaran, saya
mau bercerita sedikit tentang perjalanan saya. Perjalanan saya mulai dari kota yang cukup terkenal
yang di kenal sebagai Kota Pelajar. Yap Namanya adalah Kota Yogyakarta.
Perjalanan saya dimulai dari Kota Yogyakarta menuju Kota Ungaran. Merupakan
pengalaman yang baru bagi saya, karena saya menuju Kota Ungaran dengan
menggunakan sepeda motor. Kenapa saya bilang baru, karma biasanya saya pergi ke
Kota Ungaran menggunakan bus. Hahahaha.
Perjalanan saya penuh dengan lika-liku. Pasalnya sepanjang
perjalanan banyak sekali truck-truck kecil yang membuat perjalanan saya menjadi
terhambat. Hal tersebut membuat saya harus melakukan tindakan yang merugikan
bagi orang lain, yaitu adalah tindakan melakukan penyelipan-penyelipan terhadap
kendaraan truck tersebut. Ada
hal yang paling saya lucu dan rasanya ingin tertawa sendiri. Begini ceritanya, Ada suatu jalan baru yang
baru berdiri dan jalan baru tersebut dilengkapi dengan lampu merah. Nah pada
waktu itu jalan yang saya lewati sepi dan tidak ada kendaraan lain yang searah
dengan saya. Kebetulan lampu merah itu menyala lampu merah dan secara naluri di
mana-mana yang namanya lampu merah ya berhenti donk. Otomatis saya berhenti.
Tetapi dalam waktu beberapa detik setelah saya berhenti beberapa motor dengan
kecepatan tinggi langsung menerobos lampu merah. Satu motor, Dua motor, Tiga
motor. Wah itu saya berpikir di dalam hati kenapa lampu merah, justru malah
meneros lampu merah dan kenapa saya malah berhenti. Wkwkwkwk. Ya sudah, saya
lebih memilih menunggu lampu hijau menyala baru jalan dari pada jalan pada saat
lampu merah dan kena tilang. Wkwkwk. Alasannya simple kenapa saya takut jalan
pada saat lampu menyala berwarna merah, “Takut Kena Tilang Saya”. Wkwkkwkw.
Ok lanjut ceritanya, banyak hal-hal yang berubah ketika saya
melintas. Salah satunya adalah sebuah pasar yang dulu terbakar. Pasar tersebut
dulu ketika saya melintas dengan bus, pedagang-pedagang yang berjualan di pasar
tersebut menempati dagangannya di jalan raya. Sehingga mengakibatkan jalan
tertutup dan arah yang menuju Kota Yogyakarta di alihkan melalui jalan baru.
Tetapi hari ini ketika saya melintas, para pedagang tersebut sudah menjualkan barang
dagangannya di dalam lokasi pasar. Kemudian ada dulu beberapa bulan sebelum
hari ini melintas, ada pos polisi yang berdiri di daerah tersebut, tetapi hari
ini ketika saya melintas Kota Ungaran pos polisi tersebut sudah dimusnahkan.
#Tragis dimusnahkan. Wkwkwk.
Mungkin itu sebuah pengalaman kecil saya menuju Kota Ungaran.
Perjalanan yang melelahkan tapi merupakan sebuah perjalanan yang mendapatkan
pengalaman yang cukup menarik. Ok jadi saya jelaskan motivasi saya dating ke
Kota Ungaran yang tidak pernah terlintas di akal seseorang kecuali orang tua
saya adalah “Saya pergi untuk makan nasi goreng babat. Wkwkwwk” Motivasi yang
cukup tidak masuk akal dan dengan hal tersebut memotivasi saya juga untuk
memberanikan diri pergi dengan menggunakan sepda motor. #Biasanya Naik Bus.
Hahahaha.
Ok sampai disini dulu kisah perjalanan saya menuju Kota
Ungaran yang ditempuh hanya dengan jarak kurang lebih #100 KM.
Sampai jumpa lagi dalam perjalan saya yang tentunya belum
pernah orang #duga